YOGYAKARTA - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., menutup Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI Tahun 2026 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026).
Turnamen tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Penutupan ditandai dengan pembacaan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang berisi apresiasi kepada atlet, prajurit TNI-Polri, ofisial, panitia, dan seluruh pihak yang mendukung jalannya kompetisi.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menekankan bahwa hasil pertandingan bukan menjadi akhir bagi atlet yang belum meraih juara. Setiap hasil kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan melalui latihan yang lebih terarah.
“Tak ada jalan lunak dalam meraih prestasi, dan tak ada jalan mudah meraih harapan, ” demikian pesan Panglima TNI yang dibacakan Pangdam IV/Diponegoro.
Pesan tersebut menjadi penekanan dalam pembinaan olahraga, khususnya bagi atlet yang mengikuti kompetisi. Konsistensi latihan dan evaluasi diperlukan agar kemampuan dapat terus berkembang saat menghadapi pertandingan berikutnya.
Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang perebutan prestasi. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi atlet, pembina, pengurus olahraga, prajurit TNI, Polri, dan masyarakat.
Melalui interaksi selama pertandingan, kegiatan ini diharapkan memperkuat komunikasi antarpenggiat olahraga sekaligus membangun kebersamaan dan sportivitas.
Panglima TNI juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua KONI daerah serta para pembina cabang olahraga yang berpartisipasi mengikutsertakan atlet dan tim dalam turnamen tersebut.
Ucapan terima kasih turut diberikan kepada Pangdam IV/Diponegoro dan Danrem 072/Pamungkas selaku koordinator penyelenggara, panitia, serta seluruh pihak yang mendukung sehingga pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Penutupan turnamen menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Ajang tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong pembinaan atlet dan memperkuat komunikasi antara TNI, Polri, insan olahraga, serta masyarakat.
Para peserta diharapkan menjadikan pengalaman selama kompetisi sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan. Latihan yang konsisten dan terarah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi selanjutnya.
(Agung)

Updates.